kayaknya agak2 hiatus juga nih

Juli 22, 2008

kemarin2 kan ngejar tayang di sini, trus tau2 setelah ngepost beberapa posting dengan foto yg seabreg (tapi tetep aja ada yg bilang fotonya kurang), kok perasaan jadi mual dan muak. Jadi sebelum “muntah” gw mo take it easy aja ngupdate nya.

balik dari mission, entah kenapa kok mood kerjanya cuma balik 1 minggu, sesudah itu jadi agak2 “loyo” gini, baru selasa, mood udah kayak hari jumat setengah hari. padahal perasaan gak ada yg berubah. kayanya itu MO nya gw, kalo abis mission suka jadi kedodoran pas abis baliknya, berasa pengen di lapangan melulu (lapangan bola?)

eniwei.. hari ini anniversary kami (zig dan aku), enggak kerasa udah 7 tahun. huhuhu , aku pun tak percaya bisa hidup 7 tahun bersama orang lain (lho??) we made it yah zig, zidane.. please bear with me. hehehehe kok jadi gak pede gini..

wokeh.. bek tu little einstein dan shuriken ..


Enggak di apdet

Juli 18, 2008

Alasan blognya gak di apdet2 adalah :

- habis mission
- kerjaan numpuk
- anak masuk sekolahan baru

kalo mau baca cerita backpacking ke Jepang, saya kumpulken di sini


Mencari Tuhan..

Mei 7, 2008

//www.greenholiday.comMakasih Mira, karena sudah mengajak saya ke masjid siang itu, saat pikiran sedang kalut mempersiapkan tele-meeting dan lain hal. Untungnya pikiran masih bisa memilih di saat logika hampir buntu, dan saya berjalan menuju rumah-Nya yang terletak setengah blok dari kantor : saya, dan dua wanita Jawa : Mira dan Rina.

Saya sudah ambil wudhu di kantor, jadi langsung naik ke lantai dua tempat sholat akhwat. Saya tak henti berpikir, kenapa jarang saya sholat di masjid yang begini megah dan nyaman, yang hanya beberapa meter dari kantor. Sementara kalo makan siang ke luar, saya suka bela2 in naik taksi jauh ke Pacific Place, ke Pasaraya, ke Ambasador malah. Jadi ingat email fwd an Vivid, tentang berapa lama waktu yang kita habiskan buat tidur, sementara buat sholat cuma secuil.

Sehabis ‘absen’ sama bos besar (istilah suamiku), pikiran lagi-lagi melayang. Bagi saya, Tuhan bagaikan sahabat yang dekat dengan saya, sejak saya masih baru bisa berpikir. Duh, mungkin ini pikiran yang luar biasa kurang ajar, tapi kalau mau jujur-jujuran, itu yang saya rasakan. Tuhan adalah satu-satunya yang selalu menyertai kita sejak kita kecil, di mana pun, melihat segala tindak tanduk kita yang terkecil, kesalahan terbodoh, prestasi terbesar, peristiwa terindah yang kita alami. Saya merasakan itu lebih sebagai sahabat, yang lebih tahu kita daripada diri kita sendiri.

Tentu saja, mempunyai ’sahabat’ yang serba-Maha, adalah luar biasa. Kita harus berdoa pada-Nya (bagi saya, ini pun semacam rutinitas, di mana kita memohon, mengobrol, curhat). Saya pernah juga marah pada-Nya jika ada kejadian yang tak sesuai dengan harapan (ini zaman dulu, kita masih hijau), dan betapa seringnya saya menangis pada-Nya…

Saya mungkin salah dengan persepsi saya pada Tuhan. Ia adalah Khalik, kita cuma hamba. Tapi saya tidak bisa serta-merta mengubah pandangan yang melekat dalam hati saya semenjak saya kecil. Karena ‘kita’ begitu dekat, saya dan Allah, begitu akrab, selalu teringat dalam segala aktivitas. Saya ingin selalu demikian. Mungkin perlahan-lahan saya akan menjadi hamba yang sesungguhnya.

Mencari Tuhan,
di masjid-masjid
di mall-mall
di sekolah-sekolah
di sawah-sawah

Mencari Tuhan, tak jua bertemu
di hutan belantara
di lautan samudera
di gunung berbukit
di gurun pasir

Mencari Tuhan, begitu rindu, begitu haus
di mana akan bertemu?
Saat iman dahaga akan hadir-Mu
Kubisikkan doa di tempat-tempat itu
Berharap Kau menemuiku dalam damaiku

Mencari Tuhan,
dalam hatiku Kau ada
Dalam jiwaku Kau selalu ada
Menungguku melihat-Mu


Zidane & Benny & Mice

Mei 6, 2008

Saya sama sekali nggak pernah nyangka, anak seumur zidane (5 tahun 10 bulan) bisa senang dengan komik pengamatan sosial seperti benny mice. saya gak pernah juga menyuruh dia atau promosi buku benny mice. lalu tiba2 saja weekend lalu, dia mulai membaca Jakarta Luar Dalam… dan 3 malam berturut-turut terus dibaca berulang-ulang..

Menurut Zidane, yang dia sukai adalah ekspresi muka tokoh2nya yang hancur2. Bisa sampai terpingkal-pingkal dia kalo udah baca komik itu. Lalu dia juga suka kotak pertama di mana Judul biasa nangkring dengan visualisasi 2 orang pengarangnya dengan kostum dan pose yang berbeda-beda..

Saya jadi mikir.. kalo gitu kartun B&M universal juga ya,sampe anak umur 5 tahun bisa ketawa2 bacanya.
Yang bikin kebat-kebit, gimana juga, kalau si Z ngikutin ngomong prokem pake “gue-elu” a la B&M.. waduh..bisa kacawww nanti diprotes ama sekolah..


Foto Workshop Komik

April 24, 2008

Ternyata ada foto yg lebih lengkap di sini : http://akademisamali.multiply.com
selamat menikmati!


Quo Vadis Komik Indonesia? Workshop Komik di Japan Foundation Day 1

April 22, 2008

Saya langsung kepengin banget ikut, waktu pertama kali dapat info tentang workshop komik Benny dan Mice yang diadakan Japan Foundation. Pengen banget!! Alasannya?

1) Ngefans berat sama komiknya Benny dan Mice sejak 1997, waktu Lagak Jakarta pertama kali keluar (yang edisi Pemilu sama Profesi)

2) Komik-mengomik secara general memang minat saya sejak jaman SMP, SMA, kuliah (sampai skarang)

3) Murah meriah, cuma IDR 10,000 saja.

4) Lokasinya di Japan Foundation deket banget. Ibaratnya naik ojek cuma lima ribu perak doang. Kalo jalan kaki, enggak sampe keringatan.

Akhirnya setelah mendaftar di suatu makan siang ditemani Mbak Widi (yang walaupun tidak bersedia untuk nemenin “ngabur dari kantor” buat ikutan workshop ini, tapi mau diajak daftar doang), saya pun cuti 1.5 hari khusus untuk ikut workshop komik (tentu saja ke Boss kita nggak bilang mo ikut workshop komik!)

Sore hari Senin 21 April 2008 (hari Kartini toh? lupa!) saya dan sekitar 8 orang peserta workshop lainnya berkumpul di Lt. 2 Gedung Sumitmas 2 (Japan Foundation) depan Library. Minimnya peserta workshop sempat membuat saya miris bercampur bingung. Apa publikasinya yang kurang atau sebegitu rendahnya minat masyarakat terhadap perkomikan (atau perdesaingrafisan) saat ini? Atau mungkin juga alasan yang diberikan teman2 saya yang saya ajak ikut workshop ini “jam kerja euy”, “masa cuti sih”, “makasih infonya!”

Singkat  cerita, kami sudah dikumpulkan dengan peralatan tempur kami (pinsil, penghapus, spidol, drawing pen, tipp-ex) dan setelah Mbak Diana dari JF memberikan pembukaan, Benny dan Micenya datang juga walaupun telat. Agak kebingungan pula, mau ngajar apa :) Khas banget antimapan para seniman. 

Akhirnya kita disuruh nggambar apa aja, karakter apa aja dan nanti dinilai. Benny dan Mice keliling mengamati kami sambil sekali-sekali mengomentar “udah pada bisa gambar gini, mo ngajarin apa nih?” Banyak yang sudah jago (bukan saya tapi hehehe, udah lama banget nggak gambar, tangan ini kayaknya gak luwes lagi). Form nya udah langsung berbentuk kartun, komikal, garis2 nya luwes dan mantep!

Sesudah itu kami disuruh bikin satu karakter yang sering kita temui sehari-hari, khas, dan dikomentari layaknya karya Benny dan Mice di “100 tokoh” . Saya instan langsung ingat sama si Ibu penjual lulur dan bedak dingin yang mangkal di seberang mesjid, di pojok jalan dekat kantor. Gimana enggak, tiap hari saya lewat situ si Ibu selalu menyapa dengan semangat ‘66 nya dan menawari saya bedak dingin plus lulur. Mungkin juga karena saya pernah ngasih duit sedikit. Hehe. Atau dia memang salesman (girl?) sejati yang berdedikasi tinggi. Anyway…

Saya sempat kesulitan menggambar “kupluk” (kerudung buat ibu2 tua yang tidak menutup leher, tapi sekedar rambut doang) si Ibu Penjual Lulur & Bedak Dingin (panjang bener jabatannya). terus Mice bantuin bikin sketnya. Mice kesannya baik banget dan ringan tangan. Benny agak-agak berjarak dan jutek, tapi kocak banget.

Sesudah itu karya-karya kita dibahas dan di-”bantai”. Seru banget!! Ada yang bikin karakter kena banget, jadi kita semua langsung tau dan familiar dengan karakter yang dia bahas. Keren. Kalau karakter si Ibu Penjual Lulur & Bedak Dingin itu lebih ke kasus khusus, makanya saya juga bingung pas nerangin bahwa si Ibu itu memang bukan karakter yang umum ditemui.

Selesai workshop, peserta berebut nanya tentang kinerja Benny dan Mice, gimana cara teamworknya tiap kali bikin gambar kok udah nggak kelihatan yang mana bikinan Benny yang mana bikinan Mice, dan lain-lain. Sayangnya di-stop sama panitianya (pas saya lagi nanya, lagi!) Untungnya masih sempat foto bareng he he he..

Ini fotonya :

 


Fitri dan Fachry

April 15, 2008

Bukan disengaja kalau kedua anak yang kupilih ini berinisial F, seperti nama kecilku. Bukan kebetulan kalau bapak sederhana tapi berdasi yang rendah hati itu siang tadi melangkah ke ruang meeting kantor kami yang entah kenapa jadi terasa sedikit berlebihan. 

Karena undanganku pada rekan2 sekantor untuk mendengarkan presentasi rumah zakat siang itu tak berjawab, hanya kami bertiga yang hadir di ruang meeting dan mendengarkan penjelasan si bapak. penjelasan itu cenderung tidak terlalu terstruktur, tak terkesan sudah dilatih sebelumnya. si bapak berulang kali menundukkan pandangannya setiap kali aku menatap langsung ke matanya. apalagi ketika kami mengajukan pertanyaan yang bertubi-tubi, beberapa jawabannya terkesan sangat singkat.

tapi ketika aku melihat lembaran rapor dan data anak-anak yang sedianya akan kami dukung, hatiku trenyuh. wajah-wajah kecil nan beragam, berkerudung khas anak kecil ataupun berpeci. foto berwarna dari kamera murahan atau foto hitam-putih yang sudah buram. foto-foto itu tanpa senyum. saat membalik lembaran di belakang foto, terkejut sangat aku, melihat penghasilan orangtua mereka yang tak ada melebihi UMR, bahkan kerap kurang dari setengahnya.

Karena bukan kebetulan itulah, Fitri dan Fachry mulai hari ini menjadi dua anakku yang lain.

 

Note :

Biarpun DKI Jakarta sudah membebaskan SPP untuk tingkat SD, namun untuk madrasah, masih dikenakan biaya. Banyak dari anak-anak kaum dhuafa dan yatim yang tak mampu melanjutkan pendidikannya dan kelak akan menjadi beban pembangunan di masa depan.

Adalah tujuan global untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya untuk semua (education for all), dan mendorong tingkat Literacy ke level lebih tinggi. Mari kita mulai dari lingkungan kita yang terdekat..


UU ITE, Blokir situs

April 9, 2008

Bener2 pembodohan bangsa nih. Pemerintah mulai menerapkan kebijaksanaan2 yang tidak bijaksana dengan peraturan2 yang selayaknya sudah tidak diberlakukan buat orang dewasa yang bisa mikir dan menimbang..

Layaknya anak kecil, semakin dilarang semakin kepengin… dan lagi, siapa bilang pembatasan akses itu membuat moral bangsa makin baik ?? Sekali lagi, jawaban saya untuk masalah ini adalah pendidikan.

Bangun dong!!! Orang Indonesia!!


Mengenai penutupan akses youtube dan blogger negatif

April 8, 2008

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/08/time/091559/idnews/919934/idkanal/398
http://video.google.com/videoplay?docid=6512948788924159874&hl=en


Minggu yang berat…

Maret 14, 2008

Minggu ini adalah minggu yang cukup berat bagi saya. Konflik di kantor yang disebabkan salah seorang rekan yang gak jelas kenapa *kayaknya punya masalah, tapi outputnya agak jadi kurang jelas arahnya* mencoba menekan saya.

Persoalan ini cukup serius, sampai beberapa malam saya sulit tidur. Ng… tapi dipikir2 itu bukan karena si rekan sekantor, tapi gara2 taeja jeonha.. hehehe… d’uh!